Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Ikan Air Tawar Cocok Untuk Bisnis Budidaya


Bisnis budidaya ikan air tawar jarang dibahas padahal peluangnya cukup besar melihat banyaknya daya konsumsi masyarakat Indonesia akan daging ikan. Jika ingin memulai bisnis budidaya ikan air tawar, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memilih ikan yang cocok.

Dalam memilih jenis budidaya ikan air tawar, anda harus mempertimbangkan kemudahan perawatan, kecepatan berkembang biak, dan permintaan pasar. Berdasarkan parameter tersebut, inilah 7 ikan air tawar yang cocok untuk bisnis budidaya anda:

1. Ikan Lele

Ikan air tawar dengan prospek bisnis yang paling bagus adalah ikan lele karena daya konsumsinya yang sangat tinggi, yaitu mencapai 56 kg per kapita. Artinya, satu orang bisa mengonsumsi ikan lele sebanyak 56 kg dalam satu tahun.

Permintaan pasar yang tinggi tentu akan membuat bisnis budidaya ikan lele lebih mudah mendapat keuntungan. Belum lagi modal untuk memulai bisnis budidaya ikan lele cukup murah.

Ikan lele juga termasuk salah ikan dengan perawatan yang gampang. Ikan yang memiliki kumis unik ini gampang beradaptasi pada segala kondisi sehingga memiliki harapan hidup yang sangat tinggi.

Lele sudah bisa bertelur saat berumur 1,5 bulan hingga 3 bulan. Telurnya akan mentas dalam waktu 12 jam saja, asal anda melakukan proses pemijahan dengan benar. Seumur hidupnya, ikan lele betina bisa menghasilkan hingga 100 ribu telur.

Perkembangan ikan lele yang sangat cepat akan membuat anda bisa memiliki ratusan ekor ikan lele dalam hitungan bulan saja.  Pemilihan pakan ikan lele menjadi salah satu pilihan yang tepat tidak hanya berbicara secara jenisnya saja namun juga pertimbangan jumlah pemberiannya agar lebih sesuai dan meningkatkan kualitas bobot ikan lele.

2. Ikan Nila

Selain ikan lele, ikan nila juga memiliki daya konsumsi yang tidak kalah tingginya di Indonesia. Anda dapat melihat bahwa ikan nila dihidangkan di berbagai warung makan kecil hingga restoran mewah. Ikan nila juga bisa diolah menjadi berbagai olahan menu makanan.

Kemudahan membudidayakan ikan nila didukung dengan daya tahan tubuhnya yang kebal terhadap penyakit. Penyakit yang menyerang ikan budidaya bisa sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup ikan tersebut dan juga bisnis anda. Dengan membudidayakan ikan nila, risiko tersebut bisa diminimalisir.

Hal lainnya yang membuat ikan nila layak dibudidayakan adalah perkembangannya yang cukup pesat. Dari bibit, ikan nila butuh sekitar 4 hingga 6 bulan agar siap panen. Semasa hidupnya, ikan nila juga bisa menghasilkan hingga 1000 telur.

Beberapa jenis ikan nila unggul bisa anda pilih adalah ikan nila srikandi, ikan nila larasati, ikan nila merah nifi, ikan nila best, ikan nila nirwana 3, ikan nila cirtalada, ikan nila gesit, ikan nila salina, ikan nila jatimbulan, dan ikan nila anjani.

3. Ikan Mas

Ada dua jenis ikan mas, yaitu ikan mas hias dan ikan mas untuk konsumsi. Permintaan ikan mas untuk konsumsi cukup tinggi. Alasan masyarakat Indonesia suka makan ikan mas adalah ukurannya yang besar. Satu ekor ikan mas memang bisa tumbuh hingga 2 kg.

Untuk mencapai ukuran tersebut, ikan mas hanya butuh waktu sekitar 4 hingga 5 bulan saja. Keuntungan lain membudidayakan ikan mas adalah cocok dengan iklim tropis. Indonesia sendiri beriklim tropis sehingga tidak terlalu sulit untuk memeliharanya.

Ikan mas bisa mulai bertelur saat berumur 2 tahun. Lakukan pemijahan dengan benar saat ikan mas sudah dewasa dan ikan mas akan menghasilkan 300 ribu butir telur seumur hidupnya. Dengan perawatan yang tepat, bahkan ikan mas bisa menghasilkan 100 ribu telur.

4. Ikan Gurame

Jika anda ingin membudidayakan ikan yang bisa tumbuh besar, ikan gurame adalah jawabannya. Ikan yang satu ini bisa tumbuh hingga 2 kg. Ukuran minimal ikan gurame yang siap panen sendiri adalah 1 kg.

Di Indonesia sendiri ikan gurame memiliki harga yang cukup mahal sehingga lebih banyak dihidangkan pada restoran mewah. Namun, bukan berarti minat masyarakat Indonesia pada ikan gurame kecil.

Harga yang malah tersebut dipatok karena perawatan ikan gurame yang sedikit lebih sulit dari kebanyakan ikan lain. Untuk membudidayakan ikan gurame, anda membutuhkan kolam yang cukup besar. Kolam berukuran besar diperlukan untuk mengimbangi tubuhnya yang bisa tumbuh dengan besar.

Selain itu, anda juga harus memberikan pakan dan suplemen yang tepat agar pertumbuhan ikan gurame bisa lebih optimal.

Dengan perawatan yang sedikit lebih sulit, sebenarnya ikan gurame tumbuh dengan sangat cepat. Bahkan ikan gurame sudah siap panen saat berumur 4 bulan hingga 6 bulan.

5. Ikan Patin

Indonesia masih mengimpor ikan patin dari Vietnam untuk memenuhi kebutuhan ikan patin dalam negeri. Peluang ini bisa anda maksimalkan dengan berbisnis budidaya ikan patin sendiri. Anda bisa menghasilkan ikan patin yang tidak kalah berkualitas dari ikan patin impor karena membudidayakannya tidaklah terlalu sulit.

Pertumbuhan ikan patin memang sedikit lebih lambat karena membutuhkan waktu bertahun-tahun agar bisa bertelur. Ikan patin baru siap bertelur saat berumur 2 tahun atau 3 tahun. Berat ikan patin yang siap bertelur adalah lebih dari 2 kg ke atas. Hebatnya, ikan patin bisa menghasilkan telur hingga 1 juta butir.

Jika anda bisa bersabar, anda bisa memiliki bisnis budidaya ikan patin yang besar. Selain itu, membudidayakan ikan patin juga tidaklah terlalu sulit karena ikan patin juga tahan terhadap penyakit dan mudah beradaptasi.

6. Ikan Mujair

Ikan air tawar lainnya yang juga memiliki daya konsumsi yang tinggi di Indonesia adalah ikan mujair. Tidak jarang ikan mujair disajikan di warung makan. Habitat asli ikan mujair sendiri ada di Afrika dan Indonesia sehingga tidak akan terlalu sulit membudidayakannya.

Ikan mujair dewasa dapat tumbuh seberat 600 gram pada umur 4 bulan atau 5 bulan. Pada umur ini, ikan mujair juga sudah siap bertelur. Pertumbuhan telur ikan mujair sangat menakjubkan karena bisa menetas hanya dalam 5 hari saja. Bahkan ada kemungkinan telurnya bisa menetas lebih cepat. Seumur hidup, ikan mujair bisa menghasilkan hingga 500 butir telur.

7. Ikan Kakap

Dibandingkan ikan air tawar lainnya pada daftar ini, ikan kakap memiliki daya konsumsi yang paling rendah. Padahal ikan kakap memiliki cita rasa daging yang tidak kalah enak dari ikan lainnya.

Harga menjadi faktor yang membuat ikan kakap kurang peminat. 1 ekor ikan kakap bisa mencapai 150 ribu Rupiah. Bahkan kebanyakan ikan kakap hanya disajikan di restoran mewah.

Meski daya konsumsinya rendah, peluang berbisnis ikan kakap masih cukup besar karena perawatannya yang mudah dan modal yang dibutuhkan relatif kecil.

Ikan kakap memang agak lama dalam pertumbuhannya. Ikan yang satu ini baru bisa dipanen dan bertelur saat berumur 1 tahun. Namun, ikan kakap bisa menghasilkan ratusan telur dalam sekali proses pemijahan. Bahkan telurnya akan menetas dalam beberapa hari saja.

Itulah 7 daftar ikan air tawar yang cocok untuk bisnis budidaya jika dilihat dari permintaan, waktu pertumbuhan, dan kemudahan perawatannya. Pastikan anda memiliki pengetahuan yang cukup untuk merawatnya.

 

Posting Komentar untuk "7 Ikan Air Tawar Cocok Untuk Bisnis Budidaya"